Secret of my success

first_img James Morton is a writer and former criminal defence solicitor Such success as I had as a criminal defence lawyer can be attributed to my inspired decision to instruct Wilfrid Fordham. Before then, my principal, Simpson, had relied for criminal cases on John Averill, a small, curly haired man who became increasingly eccentric and involved with Gladys Spearman-Cook of the School of Universal Philosophy and Healing, later changing his name to hers. As the years went by, Averill would drink only honey and lemon and refused to stand when the judge entered court, something which he masked by searching for his drink under the table or bench. It did not endear him to the judiciary. I qualified in the year of the Great Train Robbery and, on seeing that Fordham had obtained an acquittal for one of the defendants, I determined my clients should have the best. When the first case of mine – a minor housebreaking or something like it – was sent to Quarter Sessions, I rang up Fordham’s clerk to brief him. The clerk was nothing if not frank. The case (pace the cab-rank rules) was certainly not worthy of Mr Fordham. I could have one of the more junior members and, if I sent a few more cases, ‘well then we’d see…’ It was only a few more weeks before I was allowed to ‘see’ Wilfrid. He was then in late middle-age and, for one reason or another, had not fared as well at the bar as some of his less talented colleagues. He closely resembled (although he was not as fat) Sydney Greenstreet in The Maltese Falcon. I don’t think I ever saw him in anything but the black coat and spongebag trousers which were de rigeur at the time. What Wilfrid had was great charm with a jury. He delighted in teasing senior, pompous police officers, calling them ‘policeman’. ‘I’m chief constable.’ ‘Does that mean you are not a policeman?’ ‘Of course I am.’ ‘Are you ashamed of being one then?’ And ‘I suppose if I go on saying you are wrong you’ll deny it until you’re blue in the face’. ‘Yes.’ ‘Very well then,’ and down he would sit. And the jury would nod. In the first six months in which I instructed him he either won the case or kept the man out of prison. People began coming to me saying ‘I want to have that Mr Fordham’. I was happy to oblige, and at the end of this time I had a practice. last_img read more

Bantu Cathay Pacific Lewati “Turbulensi,” Qatar Siap Tingkatkan Kepemilikan Saham,Garuda Indonesia Update Fitur Aplikasi “GIA Mobile,” Kini Ada Voice Command…

first_imgKendati begitu, Ahmad al Baker justru tetap optimis dengan kondisi yang tengah menimpa Cathay.“Cathay ada di sana (Hong Kong) untuk melayani perjalanan udara dan untuk menghubungkan warga Hong Kong dan Cina dengan dunia luar, karena faktanya adalah, Hong Kong merupakan bagian integral dari Cina daratan,” ujar Ahmad al Baker.Saat ini, Qatar Airways dikabarkan memiliki 10 persen saham Cathay.Namun upaya Qatar untuk mencaplok saham Cathay lebih besar ini terhambat oleh satu dan lain hal, dan satu yang paling tampak adalah Air China dan Swire Pacific yang terlihat tidak senang dengan ide tersebut. Walaupun begitu, upaya Qatar ini dilakukan semata-mata hanya untuk membantu menavigasi Cathay untuk keluar dari ‘turbulensi’ yang kini tengah mengerjang pihak perusahaan.Baca Juga: Catat Laba Spektakuler di 2018, Cathay Pacific Berencana Akuisisi Hong Kong ExpressSebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, dalam pembukuan 12 Agustus 2019 kemarin, saham Cathay terjun bebas lebih dari empat persen – dimana kondisi ini mendekati level terendah saham maskapai dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.Saham Cathay Pacific anjlok ke level 9,82 dollar Hong Kong pada sesi awal perdagangan. Ini merupakan level terendah sejak Oktober 2018 dan hampir mencapai level terburuk sejak krisis keuangan global pada 2009. Qatar Airways (hmentalfloss.com) Ketika pemberitaan seputar Cathay Pacific selama ini hanya berkutat pada perusahaan yang terdampak demo besar-besaran yang terjadi di Hong Kong terkait RUU Ekstradisi, kini kabar lain menyebutkan bahwa saham maskapai plat merah Hong Kong ini rencananya bakal ditingkatkan oleh raksasa kedirgantaraan asal Timur Tengah, Qatar Airways. Ya, saham Cathay Pacific selama ini diketahui dikuasai oleh tiga maskapai: Swire Pacific, Qatar Airways dan Air China.Baca Juga: Diterjang Badai “RUU Ekstradisi,” Sampai Kapan Cathay Pacific dapat Bertahan?Mengingat harga saham Cathay Pacific yang tengah anjlok pasca demo RUU Ekstradisi, wajar agaknya jika Qatar selaku salah satu pemegang saham ingin meningkatkan kepemilikannya. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (29/8), bos Qatar, Akbar al Baker menyatakan kebanggaannya dapat berafiliasi dengan maskapai sekelas Cathay. Tidak hanya saham Cathay saja yang tengah terpuruk, pun dengan citra perusahaan. Tergabungnya ribuan pekerja Cathay ke dalam massa demonstrasi tersebut tentu mencoreng image flag carrier Hong Kong ini. Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedDireksi Air China Sebut Tak Akan Akuisisi Cathay Pacific09/09/2019In “Featured”Catat Laba Spektakuler di 2018, Cathay Pacific Berencana Akuisisi Hong Kong Express11/03/2019In “Bandara”Diterjang Badai “RUU Ekstradisi,” Sampai Kapan Cathay Pacific dapat Bertahan?27/08/2019In “Bandara”last_img read more

Mulai 5 September 2018, PT MRT Jakarta Kembali Lanjutkan Pekerjaan di Koridor Jalan Sudirman

first_imgSumber: SindoNews Dengan berakhirnya perhelatan Asian Games 2018, maka kini saatnya PT MRT Jakarta untuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda di koridor Jalan Sudirman. Adapun pekerjaan yang sudah menanti ini berupa pembangunan Entrance (pintu masuk), Cooling Tower, dan Ventilation Tower stasiun bawah tanah dan trotoar. Hal ini diungkapkan Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah dalam sebuah pernyataan tertulis kepada KabarPenumpang.com.Baca Juga: MRT Jakarta Fokus Testing and Commissioning, Ini Bedanya dengan Trial Run!Di sepanjang Jalan Sudirman sendiri, PT MRT Jakarta memiliki empat stasiun yang akan mendukung pengoperasian Fase 1 – Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir (Benhil), dan Stasiun Setiabudhi. “Di depan Ratu Plaza (sisi barat) masih ada area pekerjaan konstruksi. Kami akan sediakan jalur sementara khusus untuk pejalan kaki di antara Ratu Plaza dan area konstruksi,” tutur Tubagus menerangkan skenario penyelesaian Stasiun Senayan. Sementara di sisi timur sendiri, Tubagus menambahkan, para pejalan kaki dapat menggunakan trotoar yang sebelumnya sudah dibangun. “Untuk lajur jalan kendaraan tidak berkurang. Empat jalur untuk kendaraan bermotor dan satu lajur busway TransJakarta,” tandasnya.Untuk Stasiun Istora, para pejalan kaki yang melintas di depan kompleks Stadion Gelora Bung Karno dapat menggunakan trotoar yang telah dibangun. Berbeda dengan area konstruksi di depan Gedung Bursa Efek, dimana PT MRT Jakarta akan membangun jalur sementara khusus untuk pejalan kaki. “Sama seperti Stasiun Senayan, lajur jalan untuk kendaraan tidak berkurang,” jelasnya.Pun dengan penyelesaian Stasiun Benhil, dimana tidak ada skema lalu lintas khusus yang akan diterapkan di sekitaran stasiun ini. “Di depan Wisma Sudirman, Intiland, dan Gedung World Trade Center pejalan kaki bisa menggunakan trotoar yang telah dibangun. Sedangkan untuk di depan Gedung Sampoerna Strategic, kami sediakan jalur sementara khusus pejalan kaki,” ujar Tubagus.Terakhir, para pejalanan kaki yang melintas di depan Mid Plaza dan Wisma Nurgaha Santana (Stasiun Setiabudhi) akan disediakan jalur khusus – sedangkan untuk mereka yang jalan di depan Gedung Chaze Plaza, Prudential Tower, dan Indofood Tower sudah bisa menggunakan trotoar. “Lajur jalannya pun tidak ada yang dikurangi di sekitaran Stasiun Setiabudhi,” tambahnya.Baca Juga: Lanjutkan Uji Coba Persinyalan, Ini Kali Pertama Kereta MRT Jakarta Masuki TerowonganGuna meminimalisir dampak dari pekerjaan empat stasiun ini, PT MRT Jakarta akan melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait – bahkan tidak menutup kemungkinan juga akan ada rekayasa lalu lintas di koridor Jalan Sudirman. Dengan mengantongi ijin dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, pekerjaan ini akan dimulai pada tanggal 5 September 2018 hingga Maret 2019.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedPercepat Pekerjaan Konstruksi MRT, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Sudirman-Thamrin17/10/2017In “Bus dalam kota”Tempuh Jalur 6 Km, Pekerjaaan Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Dimulai Maret 202017/02/2020In “Featured”Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan03/08/2018In “Darat”last_img read more